Dinas Perikanan dan Seluruh Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Barat yang ke 59 "Kerja nyata, Karya Bersama"

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE- 72 DI DISKAN KOBAR

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE- 72 DI DISKAN  KOBAR

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE- 72 DI DINAS PERIKANAN

KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

 

Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dilaksanakan di halaman Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat pada hari Kamis tanggal 17 Agustus 2017. Upacara diikuti oleh seluruh Aparatul Sipil Negara (ASN) Dinas perikanan kabupaten kotawaringin barat. Pada upacara hari kemerdekaan negara indonesia yang ke 72 tersebut di pimpin langsung oleh kepala dinas perikanan Ir. Rusliansyah M.S.i selaku inspektur upacara, Geger Suharmono, SP, MP sebagai komandan upacara, Pengibar sang bendera merah putih di percayakan kepada adek-adek dari SMK Negri 4 Pangkalan Bun, pembawa acara Veronica Ernita Yanuariyanti, S.Kom, Pembaca UUD 1945 oleh Emanuel, SP Sedangkan bembaca doa sendiri dibacakan oleh ABD. Rahman Soleh, S.Kom dan peserta upacara di ikuti oleh selurun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat.

 Dalam sambutan Bupati Kotawaringin Barat yang dibacakan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat Ir. Rusliansyah M.Si selaku Inspektur upacara bahwa tema Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 kali ini adalah:, “INDONESIA KERJA BERSAMA”.

Merujuk tema sentral Peringatan tahun 2017 ini adalah “Indonesia Kerja Bersama”, bahwa filosofi dari kalimat tersebut adalah “Gotong-Royong”. Gotong Royong merupakan prinsip dasar masyarakat Indonesia yang mesti kembali dikuatkan sebagai wahana menuju peradaban yang lebih baik. Sebagai satu bangsa, sakit yang diderita golongan dan kelompok lain, adalah sakit kita semua. “Guyub-rukun“ itulah yang kita perlukan, agar kita dapat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa secara bersama-sama. Seperti kita tahu, akhir-akhir ini banyak sekali timbul gejolak politik yang berpotensi merenggangkan hubungan antar anak bangsa. Meski dipandang wajar dalam proses demokrasi, namun terkesan ada kecenderungan perilaku yang kurang kondusif untuk sebuah “kerja bersama” guna merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Berbeda dengan tokoh-tokoh pergerakan yang sangat mengedepankan diplomasi. Mereka ramah, mudah bergaul, berani berdebat dengan siapa pun, dan memiliki persahabatan yang kuat sekali.

 

Share This Post

Related Articles
Leave A Comment